CW//kissing.
3.50 PM.
Kailo dan Sorein kembali dari bandara. Kailo hanya duduk di bangku teras rumah Sorein, tidak berniat untuk masuk karena mengetahui sama sekali tidak ada orang di rumah. Ia melepas jaketnya dan menunggu Sorein yang sedang di dalam rumah.
Tidak menunggu lama, Sorein keluar dengan pakaian yang lebih santai dan membawa piring —yang isinya adalah Cheesecake.
“di rumah gak ada orang?.” tanya Kailo, takut takut ia tidak dianggap sopan karena mampir tanpa menyapa.
“gak ada kok, kamu mau di dalem?.” tawar Sorein. Ia masih berdiri memegang piring.
Kailo membeku sebentar, lalu menggeleng perlahan. “gak usah, disini aja meng.”
Sorein hanya mengangguk-angguk sembari menaruh makanannya dan duduk disamping Kailo.
“kesukaan kamu ya emang.” celetuk Kailo saat melihat isi piring itu adalah Cheesecake.
“Hm? hehe, iyaa. Ini dari mamah bawa kemarin pas pulang, aku belum habisin.” jawabnya. Sorein mengambil sendok kecil dan memulai menyendok dan menyuapkan ke dalam mulutnya.
“Nyam!!! enak banget.” ucapnya dengan suara samar karena mulutnya yang penuh.
Kailo hanya memperhatikannya sembari tersenyum lebar, lucu pikirnya.
“Meng, kapan mau ceritanya?.”
Sorein masih terfokus pada makanannya, lalu menjawab “Nanti aja, nih kamu mau?.” ia berbalik dengan sesendok Cheesecake di tangannya, ia berniat untuk menyuapi Kailo.
Kailo menghela napas sebentar, lalu memajukan kepalanya untuk menerima yang diberi. Jam tetap berjalan, namun kali ini lebih cepat dari biasanya. Mungkin karena Kailo dan Sorein ada pada pembahasan yang seru.
“Dulu aku dikejar sama Fiandra.” ucapnya tiba-tiba. Kailo membenarkan duduknya dan siap untuk mendengar dengan serius.
“Terus… aku tolak berkali-kali karena dulu aku udah suka sama orang. Karena dia yang selalu blak-blakan bilang dia suka aku, jadinya hampir satu sekolah tau kalau Fiandra suka sama aku. Terus aku dapat tekanan dari sana sini, temen-temen aku dorong aku buat iyain aja, karena Fiandra se-OK itu.” Sorein menyela ucapannya sebentar, ia menoleh dan melihat ekspresi Kailo disana.
Kailo yang sedang nyaman mengistirahatkan kepalanya pada telapak tangannya hanya menaikkan kedua alisnya tanda ia bertanya.
“Aku setuju dia se-OK itu.” lanjutnya.