asteria dan bima, sepasang yang baru saja bertemu dan memulai kisah mereka nekat untuk pergi bersama ke luar negeri. apa alasan nya? hanya bima yang tahu. destinasi mereka bukan ke negara romantis seperti perancis ataupun italia melainkan india. ya, aster lah alasan nya. aster sangat menyukai budaya india dan hal yang membuat aster bersemangat membahas hal tersebut.
28 februari 2026
bima dengan sekantung box pesanan aster yaitu martabak manis, dirinya sudah memberitahu aster bahwa ia ingin bertemu papi aster untuk meminta izin mengajak aster pergi ke luar negeri. namun, aster hanya sebatas mengetahui bahwa ingin pergi ke luar negeri perihal tujuan nya? bima masih merahasiakan nya.
tiga jam lamanya, bima negosiasi dengan papi aster. setiap menit mengeluarkan argumen agar papi aster menyetujui aster pergi bersamanya. dibalik itu, aster di kamar berharap bahwa dirinya dipanggil untuk ikut dalam perbincangan tersebut. namun, perbincangan tersebut hanya untuk sesama pria. empat mata. bima dan papi rt
setelah lama bernegosiasi, bima diizinkan untuk membawa aster pergi. bima ingin memberitahukan kepada aster setelah ia selesai berbicara dengan papi rt. pintu kamar aster bima ketuk perlahan. tidak ada jawaban. bima buka sedikit untuk menengok di dalam sana, ingin memastikan bahwa aster baik-baik saja. matanya tertuju kepada aster yang tertidur di depan laptop dengan keadaan tengkurap. bima hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya pelan.
bima masuk ke kamar aster perlahan untuk mematikan laptop dan menyelimuti aster. tidak berlama-lama karena takut mangganggu keluarga aster, bima berpamitan dengan papi rt dan menitipkan visa dan tiket pesawat yang sudah dipesan. perihal visa bukan lah hal yang sulit, bima memanfaatkan koneksi dari mas nya untuk mempermudah pengeluaran visa untuk dirinya dan aster.
2 maret 2026
polusi yang lumayan parah, hari ini terlihat cerah dari jendela hotel kamar aster. bima mengetuk kamar hotel aster dengan satu set baju kurti putih mengingat hari ini hari holi. aster tersenyum, entah seperti semuanya telah disiapkan oleh bima. aster hanya menyiapkan diri nya.
“pakai dulu kurtinya, biasanya pemujaan dulu baru main rangoli?” ujar bima seraya menaruh baju aster di kasurnya.
“padahal bisa aja pake jeans sama kaos oblong putih.” balas aster. bima terkekeh gemas dengan eluhan aster.
“kurang etis, ikut pemujaan pakai outfit indomaret. pake kurti aja dulu, nanti kalau selesai pemujaan kita ganti outfit indomaret itu.” canda bima. bima menghargai tradisi yang ada, apalagi ini bukan negaranya. tentu ia harus menghormati.
aster mengganti baju dengan kurti serta selendang layaknya warga lokal india. setelah aster selesai dengan persiapan, bima menggandeng tangan aster menuju tempat pemujaan. bukan waktu yang lama untuk menemukan tempat pemujaan tersebut, karena di india sepanjang jalan terdapat kuil di tengah jalan raya. mereka melakukan puja seperti warga india. dan selanjutnya bima mengantar aster kembali ke kamarnya untuk mengganti baju yang lebih nyaman.
aster keluar kamar hotelnya dengan baju nyaman, outfit indomaret kata bima. bima tersenyum dan menggandeng aster keluar hotel. jalanan sudah ramai dipenuhi orang-orang merayakan holi dengan penuh warna. genggaman bima semakin erat karena ramainya perkumpulan itu. bima menyisir keramaian mencari spot yang agak lenggang untuk dirinya dan aster.