Hari ini, kami ingin berbagi cerita tentang bagaimana kami mengembangkan CIRA, sebuah aplikasi yang membantu pengasuh dalam merawat lansia dengan lebih mudah.

Salah satu anggota tim kami, Gilang, memiliki ibu yang menjadi pengasuh utama bagi kakek-neneknya. Walaupun kakek-nenek Gilang memiliki beberapa support system selain ibunya, mengoordinasikan perawatan dengan mereka sering kali menjadi tantangan tambahan. Akibatnya—Ibu Gilang sering kali memilih untuk mengurus semuanya sendiri, yang akhirnya menyebabkan kelelahan yang sebenarnya bisa dihindari.
Setelah berbicara dengan beberapa pengasuh utama lansia lainnya, kami menemukan bahwa kesulitan yang dialami Ibu Gilang adalah pengalaman umum. 70% pengasuh melaporkan bahwa mereka merasa kewalahan oleh logistik koordinasi perawatan (Bappenas 2020).
Inilah yang mendorong kami untuk mencari solusi yang dapat meringankan beban para pengasuh seperti ibu Gilang dan lainnya.
(sumber: dokumentasi kelompok saat wawancara bersama salah satu narasumber)

Untuk memahami tantangan yang dialami Pengasuh lebih mendalam, kami melakukan:
Dari penelitian yang kami lakukan melalui wawancara dan survei, kami menemukan beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pengasuh dan keluarga dalam mengoordinasikan perawatan lansia. Berikut adalah temuan-temuan penting yang kami dapatkan:
Keinginan untuk Mandiri (Wanting to be Independent):
Banyak pengasuh utama, meskipun dikelilingi oleh anggota keluarga yang bersedia membantu, merasa lebih nyaman melakukan tugas-tugas pengasuhan sendiri. Mereka seringkali enggan meminta bantuan untuk tugas-tugas yang dianggap kecil atau tidak signifikan karena takut merepotkan atau mengganggu anggota keluarga lainnya. Keinginan untuk mandiri ini sering kali membuat pengasuh merasa terbebani, karena mereka harus menangani semua tugas sendiri.
Kurangnya Komunikasi (Lack of Communication):
Komunikasi yang kurang efektif menjadi salah satu hambatan utama dalam meminta bantuan. Beberapa pengasuh merasa tidak nyaman mengkomunikasikan kebutuhan mereka secara terbuka, terutama untuk hal-hal yang dianggap sepele. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman atau bahkan ketidakmampuan untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan pada saat yang tepat.
Kesulitan dalam Koordinasi Logistik (Logistic Coordination):
Koordinasi logistik seperti menjadwalkan janji dokter, mengatur transportasi, atau memastikan perawatan medis sering kali menjadi tugas yang kompleks dan memakan waktu. Pengasuh utama sering kali merasa kewalahan dalam mengatur semua aspek ini, terutama jika mereka juga harus menyesuaikan dengan jadwal anggota keluarga lainnya. Tanpa alat bantu yang efektif, proses ini bisa menjadi sangat rumit dan membuat pengasuh merasa tertekan.
Kurangnya Konfirmasi dan Kepercayaan (Lack of Confirmation):
Ada rasa tidak nyaman yang muncul ketika pengasuh harus meminta bantuan dari anggota keluarga yang sebelumnya pernah lupa atau gagal memenuhi permintaan bantuan. Hal ini menciptakan rasa ketidakpastian dan membuat pengasuh ragu untuk meminta bantuan kembali di masa depan. Ketidakpastian ini menambah beban emosional bagi pengasuh, yang akhirnya lebih memilih untuk menangani semuanya sendiri daripada bergantung pada orang lain.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada keinginan untuk berbagi beban pengasuhan, berbagai faktor seperti keinginan untuk mandiri, kurangnya komunikasi, tantangan koordinasi logistik, dan ketidaknyamanan dalam meminta bantuan setelah pengalaman yang buruk sebelumnya membuat pengasuh utama sering kali merasa sendirian dalam menghadapi tanggung jawab ini.
Berdasarkan temuan di atas, kami mengembangkan CIRA — sebuah aplikasi yang membantu pengasuh dalam menjadwalkan dan mengoordinasikan perawatan lansia dengan lebih efektif melalui iMessage.