Soft-Baked Entry No.9
Kalau aku toko roti, Kakak pelanggan tetapku. Yang gak pernah telat datang, walaupun cuma buat mampir sebentar dan bilang, “roti pizza dan strawberry yang biasa, ya”
Kakak gak pernah pesan menu yang aneh-aneh, selalu roti yang sama. Tapi aku selalu kepikiran: cukup gak ya rasa manisnya? terlalu asin gak ya? Kakak kenyang gak ya hari ini?
Kalau aku toko roti, pasti Kakak yang bikin aku semangat buka setiap pagi yang buat aku siapin satu potong ekstra, buat jaga-jaga kalau Kakak butuh sesuatu yang hangat. Kalau suatu hari Kakak gak datang, aku bakal tetap panggang roti kesukaan Kakak seperti biasa. Tetap nyisihin satu kotak kecil dan tetap nunggu sampai Kakak datang.
Soalnya, Kakak bukan sekedar pelanggan, Kakak alasan aku nyalain oven tiap pagi dan Kakak juga jadi alasan kenapa etalaseku selalu punya ruang kosong—cuma buat Kakak.
Kalau aku toko roti,
aku gak akan kasih Kakak nota
Kakak cukup ambil rotinya aja,
cintanya biar aku yang simpan
Kalau aku toko roti,
Kakak itu pagi-pagi yang selalu aku tunggu, yang bikin dapurku selalu terasa penuh
Meskipun Kakak cuma mampir sebentar dan bilang,
sampai ketemu lagi, ya