Special Part; Full Narative
Recomended: read this with Staying — Lizzy McAlpine on repeat!
Pagi di Jatinangor dingin dengan cara yang pelan tapi nempel. Qiva belum mandi, rambutnya diikat asal, hoodie tipis nggak banyak nolong. HP-nya mati sejak semalam. Kosan masih sunyi, terlalu sunyi, sampai ketukan terdengar di pintu—sekali, lalu dua kali.
Jantung Qiva langsung turun.
Nggak ada yang biasa datang sepagi ini.
“Qiv?”
Suara itu. Qiva narik napas, buka pintu sedikit.
Nami berdiri di depan. Matanya capek, tas selempang masih menggantung di bahu, seolah dia belum sempat istirahat beneran.
“Masuk,” kata Qiva pelan.
Pintu ditutup. Sunyi balik lagi, tapi beda—sekarang berat. Nami naro tas, nengok sekeliling, lalu setengah bercanda, setengah lega.