Hari kedua,
Seperti hari sebelumnya, Raka terpaksa memangkas waktu tidurnya untuk bangun di jam empat pagi.
Ia menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk kebutuhan acara, seperti kamera dan baterai-baterainya.
Setengah jam kemudian─ saat Raka sudah siap dengan segala hal, pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang yang tentunya sangat ia ketahui siapa pelakunya.
Mahesa muncul, dengan kantung plastik berisi buah-buahan segar yang entah kapan laki-laki itu membelinya.
“gapapa kalo makan buah doang?” tanya Mahesa.
Raka menganggukkan kepalanya, “asal gak makan berat aja sih.” Raka memang punya kebiasaan untuk tidak makan berat untuk sarapan dan buah-buahan bisa menjadi alternatif yang sesuai untuknya.
Mahesa melangkah masuk saat si pemilik rumah mengizinkan, “lo tidur kan?” tanya Raka.