Analisis Fundamental adalah metode untuk menilai nilai sebenarnya (intrinsic value) suatu perusahaan dengan menganalisis faktor-faktor ekonomi, industri, dan kondisi keuangan perusahaan itu sendiri.
Analogi Sederhana: Seperti membeli rumah. Anda tidak hanya lihat harganya saja, tapi juga:
Tujuan Utama: Menemukan saham yang harganya di bawah nilai sebenarnya (undervalued) untuk dibeli, atau yang harganya di atas nilai sebenarnya (overvalued) untuk dihindari/dijual.
A. Analisis Makroekonomio (Kondisi Ekonomi secara Umum)
Apa yang dilihat:
| Indikator | Pengaruh ke Saham | Patokan di Indonesia |
|---|---|---|
| Suku Bunga BI | Naik → saham kurang menarik vs deposito | 5-6% (normal) |
| Inflasi | Terlalu tinggi (di atas target BI) → tekanan suku bunga | 2-4% (target BI) |
| Nilai Tukar (USD/IDR) | Rupiah lemah → untung eksportir, rugi importir | Rp 15,000-16,000/$ (wajar) |
| Pertumbuhan Ekonomi (GDP) | GDP tumbuh → perusahaan lebih mudah berbisnis | 5%+ (bagus) |
Contoh untuk CMRY:
B. Analisis Industri/Sektor (Kondisi Industri Spesifik)
Pertanyaan kunci: