1. Apa itu Analisis Fundamental?

Analisis Fundamental adalah metode untuk menilai nilai sebenarnya (intrinsic value) suatu perusahaan dengan menganalisis faktor-faktor ekonomi, industri, dan kondisi keuangan perusahaan itu sendiri.

Analogi Sederhana: Seperti membeli rumah. Anda tidak hanya lihat harganya saja, tapi juga:

Tujuan Utama: Menemukan saham yang harganya di bawah nilai sebenarnya (undervalued) untuk dibeli, atau yang harganya di atas nilai sebenarnya (overvalued) untuk dihindari/dijual.


2. Tiga Lapisan Analisis Fundamental

A. Analisis Makroekonomio (Kondisi Ekonomi secara Umum)

Apa yang dilihat:

Indikator Pengaruh ke Saham Patokan di Indonesia
Suku Bunga BI Naik → saham kurang menarik vs deposito 5-6% (normal)
Inflasi Terlalu tinggi (di atas target BI) → tekanan suku bunga 2-4% (target BI)
Nilai Tukar (USD/IDR) Rupiah lemah → untung eksportir, rugi importir Rp 15,000-16,000/$ (wajar)
Pertumbuhan Ekonomi (GDP) GDP tumbuh → perusahaan lebih mudah berbisnis 5%+ (bagus)

Contoh untuk CMRY:

B. Analisis Industri/Sektor (Kondisi Industri Spesifik)

Pertanyaan kunci:

  1. Industri ini sedang dalam fase apa? (Tumbuh/Matang/Turun)
  2. Bagaimana persaingannya? (Monopoli/Oligopoli/Persaingan ketat)