Halo, Kak Ais.

Sebetulnya, aku gak tau apa yang mau aku tulis disini dan anggap aja ini diari roti dari si penjual roti yang lagi nunggu pelanggan favoritnya datang. Jangan berharap besar kalau tulisan aku ini keren kayak tulisan diluar sana karena aku penulis abal-abal dan tulisannya sangat amat cheesy (efek mabuk kue cubit)

Aku tadi dengerin lagu Sal Priadi dan kebetulan juga Kakak tag aku di-tweet kucing strawberry dan blueberry (aku dan Kakak). Jadilah diari roti :p

Memilih nama panggilan mesra kamu blueberry dan aku pastry

Nama depanmu nama belakangku jadi nama toko roti

Kalau Kakak jadi roti, aku mau jadi apa ya?

Aku mikir lama karena Kakak tuh bukan roti biasa. Kakak yang tiap harinya bisa bikin aku senyum cuma gara-gara bilang “Adek” di chat atau sekedar kirim sticker imut.

Mungkin kalau Kak Ais roti, Kakak tuh cinnamon roll. Manis, hangat dan agak bikin bingung—karena bentuknya muter-muter, tapi tetap paling aku cari. Kalau Kak Ais roti isi, Kakak pasti yang isi keju manis—karena Kakak bisa jadi cheesy banget, tapi tetap bikin nyaman dan kalau Kak Ais croissant, aku mau jadi tangan yang pegang Kakak pas pagi-pagi sambil nyuapin ke mulut sendiri (ya…karena croisant enak??)

Tapi makin aku pikir, mungkin gak harus jadi isi, topping atau bagian manapun dari roti. Aku cuma mau jadi orang yang makan roti dideket Kakak dan bilang, “eh ini enak banget ya, kayak Kakak”

KIta tuh kayak sarapan favorit: Ringan, tapi bikin semangat. Gak ribet. Gak harus formal alias bisa sambil pakai piyama dan rambut berantakan, yang penting ada Kakak di situ. Lucu ya, kita bisa jadi apa aja. Tapi aku tetap mau jadi sesuatu yang nempel terus sama Kakak. Mau Kakak jadi roti, teh, selimut atau playlist lagu tidur—aku tetap pilih yang deket-deket Kakak, yang gak jauh-jauh.

Dari Yaya, yang gak tau Kakak tuh roti apa tapi aku yakin banget kalau Kakak enak disayang :p