Adrian menatap layar ponselnya dengan gugup. Aplikasi "RentDate" menunjukkan notifikasi bahwa "pasangan" kencannya akan tiba dalam sepuluh menit. Teman-temannya memaksa menggunakan jasa ini setelah berbulan-bulan melihatnya murung pasca putus cinta.
TOK TOK TOK!
Adrian membuka pintu dan hampir tersedak. Di hadapannya berdiri Amanda—mantan pacarnya yang berselingkuh setahun lalu.
"Dari sekian banyak cowok di Jakarta, kok harus kamu yang jadi klienku?" Amanda menyilangkan lengan dengan kesal.
"Jadi sekarang kamu kerja sebagai rent-a-girlfriend?"
"Ini pekerjaanku sekarang. Profesional," Amanda memutar mata. "Kamu sudah bayar lima hari, deal is deal."
Hari Pertama - Café Kenangan
Di café tempat mereka dulu sering berkencan, suasana canggung menyelimuti. Adrian memesan kopi hitam, Amanda teh melati—sama seperti dulu.
"Bagaimana ceritanya kamu jadi... ini?" tanya Adrian.