<aside> 💡

Artikel ini membahas Hard Link dan Soft Link di Linux, termasuk konsep inode, cara membuat link antar file, serta perbedaan antara hard link dan symbolic link. Konsep ini penting untuk memahami bagaimana Linux mengelola file di dalam filesystem.

</aside>

01. Inode dalam Linux Filesystem

Sebelum memahami hard link dan soft link, kita perlu memahami konsep inode.

Dalam filesystem Linux, setiap file sebenarnya tidak langsung disimpan berdasarkan nama file, tetapi berdasarkan inode.

Nama file hanyalah label yang menunjuk ke inode.


1.1 Apa itu Inode

Inode (Index Node) adalah struktur data dalam filesystem yang menyimpan informasi tentang sebuah file.

Inode menyimpan berbagai metadata file, seperti:

Informasi Keterangan
Permission Hak akses file
Owner Pemilik file
Group Grup file
Size Ukuran file
Timestamp Waktu dibuat dan dimodifikasi
Disk location Lokasi data di disk

Hal yang tidak disimpan di inode adalah:

nama file

Nama file disimpan di directory entry, yang menunjuk ke inode tertentu.


1.2 Melihat Inode File

Untuk melihat inode suatu file gunakan opsi -i pada ls.

Format Perintah

ls -li filename

Contoh Penggunaan

Buat file terlebih dahulu: