<aside> 💡
Artikel ini membahas Hard Link dan Soft Link di Linux, termasuk konsep inode, cara membuat link antar file, serta perbedaan antara hard link dan symbolic link. Konsep ini penting untuk memahami bagaimana Linux mengelola file di dalam filesystem.
</aside>
Sebelum memahami hard link dan soft link, kita perlu memahami konsep inode.
Dalam filesystem Linux, setiap file sebenarnya tidak langsung disimpan berdasarkan nama file, tetapi berdasarkan inode.
Nama file hanyalah label yang menunjuk ke inode.
Inode (Index Node) adalah struktur data dalam filesystem yang menyimpan informasi tentang sebuah file.
Inode menyimpan berbagai metadata file, seperti:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Permission | Hak akses file |
| Owner | Pemilik file |
| Group | Grup file |
| Size | Ukuran file |
| Timestamp | Waktu dibuat dan dimodifikasi |
| Disk location | Lokasi data di disk |
Hal yang tidak disimpan di inode adalah:
nama file
Nama file disimpan di directory entry, yang menunjuk ke inode tertentu.
Untuk melihat inode suatu file gunakan opsi -i pada ls.
ls -li filename
Buat file terlebih dahulu: