<aside> 💡
Artikel ini membahas konsep dasar Linux, mulai dari pengertian, sejarah singkat, perbedaan kernel dan distribution, contoh distro populer, serta alasan mengapa Linux banyak digunakan pada server, cloud, DevOps, dan container.
</aside>
Linux adalah sistem operasi berbasis open-source yang digunakan untuk menjalankan komputer, server, perangkat jaringan, hingga sistem cloud modern. Secara sederhana, sistem operasi adalah software utama yang menjadi penghubung antara hardware komputer dengan aplikasi yang dijalankan pengguna. Tanpa sistem operasi, komputer tidak dapat menjalankan program seperti web server, database, atau aplikasi lainnya.
Linux berbeda dari sistem operasi lain seperti Windows atau macOS karena kode sumbernya terbuka dan dapat dipelajari, dimodifikasi, serta didistribusikan kembali oleh siapa saja. Hal ini membuat Linux berkembang sangat cepat karena banyak komunitas dan perusahaan teknologi yang berkontribusi dalam pengembangannya. Saat ini Linux tidak hanya digunakan pada komputer pribadi, tetapi juga menjadi sistem operasi utama untuk server internet, platform cloud, supercomputer, hingga perangkat embedded seperti router dan IoT.
Kernel adalah inti dari sistem operasi Linux yang bertugas mengelola komunikasi antara software dan hardware seperti CPU, memori, dan perangkat penyimpanan. Namun kernel saja tidak cukup untuk digunakan sebagai sistem operasi lengkap. Oleh karena itu kernel Linux digabungkan dengan berbagai software tambahan seperti shell, package manager, dan tools sistem sehingga membentuk sistem operasi yang siap digunakan yang disebut Linux distribution atau distro.
Beberapa distro Linux yang sering digunakan antara lain:
Linux menjadi pilihan utama di dunia teknologi karena stabil, fleksibel, dan dapat berjalan dengan efisien di berbagai lingkungan.