<aside> 🗓️ 20240326

</aside>

Sejak hpl, mamamu tidak pernah skip senam, yoga, jalan kaki, wall sit dsb. untuk persiapan puncak.

Ketemu kamu…

Memantau terus gerakanmu. tiap siang dan malam dalam 1 jam pada saat aktif, harus lebih dari 10 gerakan. dihitung, tidak pernah skip.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1tan71Jj6AJp_Yt54bFZFNO9wrChoiCe9qbPQcLOJWQM/edit?usp=sharing

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1tan71Jj6AJp_Yt54bFZFNO9wrChoiCe9qbPQcLOJWQM/edit?gid=0#gid=0

Jalan kaki harus 3 jam, katanya. Mamamu selalu ngeluh belum bisa 3 jam,

<aside> 💬 ‘apa ini gara-gara belum 3 jam ya jalannya’

</aside>

Selalu diingatkan, tidak pernah lupa…

<aside> 💬 ‘gapapa, semampunya kamu. Tenaga kamu lebih dibutuhkan nanti.

</aside>

2 hari setelah hpl, kegiatannya masih sama. Senam, yoga, jalan kaki, wall sit, gymball terus dan seperti itu terus.

3 hari setelah hpl, 26 Maret 2024. Di pagi hari, flek keluar. Cukup jelas. Karena saran dokter waktu itu jika terjadi apapun, sakit / flek / kejadian yang kurang enak, langsung ke IGD.

Ya. Pagi itu, kita langsung ke IGD. Karena keliatannya Mamamu tidak apa-apa, barang bawaan pun biasa saja.

Daftar igd, dengan surat ‘bypass’ dari dr. Martin. Penanganan langsung dan dipindah ke gawat igd kebidanan.

Dokter jaga pun tiba setelah beberapa puluh menit menunggu…

Iya, pemeriksaan menurun. Plasentamu terlihat bercak putih yang menandakan usia kandungan sudah lebih dari perkiraan dan lebih baik ditindak. Kata dokter

Tanpa basa basi, ‘iya silakan dok’

Mamamu terlihat khawatir, tegang karena mempersiapkan tenaga atau takut.

Takut kamu terjadi apa-apa juga didalam perutnya.

Jam 10 pagi, mulai coba Induksi.

Mules, kram, sakitnya mulai ada. Gymball di samping dipakai untuk distraksi sakit, semua teori pembelajaran diingat dan dipersiapkan agar tidak panik dan lupa pada saatnya tiba.

Yang lain ingin nengok Mamamu tapi sayangnya pihak RS tidak boleh. Tukar pun hanya boleh per 2 jam, tidak bisa tidak.