Setiap keluarga menyimpan cerita. Ada yang dituturkan saat berkumpul di ruang tamu, ada pula yang diam-diam bersembunyi di bawah pohon tua, menunggu waktu untuk ditemukan. Putra Putri Salju lahir dari kenangan, imajinasi, dan doa-doa yang tak pernah benar-benar selesai.

Novel ini saya tulis bukan hanya sebagai kisah petualangan, melainkan sebagai cermin: tentang warisan yang tak selalu berbentuk harta, tentang imajinasi yang ternyata bisa melampaui kenyataan, dan tentang keluarga — akar dari segalanya.

Nama SALJU bukan sekadar judul. Ia adalah Sebuah inisial nama dan potongan cinta dari sepasang orang tua yang memberi kehidupan. Dari merekalah tumbuh empat pribadi dengan jalan masing-masing, yang pada akhirnya dihadapkan pada satu hal yang sama — warisan tak terlihat, tapi terasa.

Kepada para pembaca, semoga kisah ini membawa kalian masuk ke dalam dunia yang basah oleh hujan, penuh bayangan, namun hangat oleh cinta. Dan barangkali, di antara halaman-halamannya, kalian bisa menemukan secuil dari cerita kalian sendiri.

Terima kasih telah membuka halaman pertama.

Selamat datang di Putra Putri Salju.

— Muhammad Maksum