1000361186.jpg


Tags :: OOC! Cross dressing from man to woman, BXB, MLM, Top!MK Bot!JM, nipple play, nipple sucking, multiple orgasms, orgasm edging, anal sex, car sex harshwords, DLDR!

Please do separate reality and fiction.


Jam enam udah sampai di rumah gue!”

Di sinilah Jaemin sekarang, duduk di kamar kos sebesar 4x5 meter itu setelah tiga jam yang lalu mendapat telepon singkat dari Giselle. Ia menunggu teman perempuannya yang masih sibuk di kamar mandi membersihkan tubuhnya. Lantas memilih untuk merebahkan dirinya di atas kasur single dan sibuk dengan ponselnya.

Well, malam ini lingkaran pertemanannya akan merayakan kelulusan salah seorang temannya, Ningning— juga merupakan pacarnya Giselle.

“Lu pakai itu, Na?” Yang baru saja disebut namanya keluar dari kamar mandi dengan balutan jubah mandi tebal menilik keseluruhan pakaian Jaemin. Jaket kulit hitam, tanktop putih yang ketat, dan celana hitam cowboy dengan bahan corduroy.

Jaemin hanya bergumam menjawab pertanyaan Giselle, kemudian berganti posisi duduk saat teman perempuannya itu memilah pakaian, “kenapa gue kesini jir lu aja baru siap-siap?”

“Maksud gue tuh, biar barengan prepare nya. Eh, lu aja yang udah keburu rapi.” Jaemin merotasikan kedua bola matanya mendengar teman sejak bangku sekolah pertama cekikikan karena harus menunggunya bersiap-siap. Lalu, sorot matanya jatuh pada kotak kardus di atas meja.

“Beli apa lagi tuh?” Lelaki cantik kelahiran bulan agustus itu beranjak dari tempat asalnya dan duduk di kursi empuk meja belajarnya Giselle.

“Wig, tapi yang hitam panjang. Gue bosen sama rambut gue yang pendek ini.”

“Gue unboxing ya!” Jemari lentiknya sibuk membuka kardus paket berisikan wig rambut palsu menurut Giselle. “EH— cakep banget!” Dirundung rasa penasaran Jaemin mengenakan wig itu sembari tangannya mengarahkan cermin kecil di atas meja ke pantulan dirinya.

Giselle melirik tingkah temannya itu ketika sudah mengenakan dress hitam backless juga sepasang stocking merah menyala, “cantik banget, na! wow. eh, how about you use it deh tonight?”

“Gila kali, baju gue laki banget. Kaya bencong yang ada mah.” Jaemin menyisir wig hitam itu dengan jemarinya dengan perlahan.

Giselle membuka kembali lemarinya, memilah satu persatu. Karena, seingatnya ia memiliki rok kulit hitam yang lumayan kebesaran untuknya. Maklum, blind buy thrifting sewaktu di Jepang, tidak ingin melewatkan barang dari brand favoritnya dan berakhir menumpuk di lemarinya. “Nih, coba. Di gue kebesaran dikit, supposedly muat ya di lu.”

Dan, benar saja. Rok itu muat di pinggang Jaemin, syukurnya seminggu lalu dia waxing habis seluruh bulu di tubuhnya. “You look so good! Damn, Nana should I marry you?

“Gue masih suka older man sayangnya.” Jaemin mematut dirinya pada cermin kaca yang lebih besar di kamar kos Giselle, “should I cross-dress tonight?”