By: Jenderal Nguyen

Mengisahkan tentang Hu Tao dulu adalah direktur imut salah satu pelayanan pemakaman ternama bernama “Wangsheng Funeral Parlor” di Liyue, ia adalah seorang wanita cerita, humoris, dan suka jahil di Liyue tetapi sayangnya ia terseret kasus Penipuan, penggelapan, dan Penggandaan Uang demi penyelamatan perusahaan miliknya sampai Hu Tao kena pasal berlapis dijatuhi vonis 13 tahun penjara alhasil Hu Tao masa mudanya walaupun mendekam di hotel prodeo dan ternyata ia dijebloskan bukan di Liyue melainkan dikirim Penjara Wanita salah satu kota di Republik Rakyat Tiongkok karena ada perjanjian Ningguang dan pihak sana kirim penjahat ke Penjara di Tiongkok supaya kena efek jera, jadi Hu Tao dikirim ke sana dan jadi warga Liyue mendekam di penjara wanita bersama napi bukan asli Liyue. Alhasilnya sekarang Hu Tao dijebloskan ke Penjara Wanita di Tiongkok, Penampilan Hu Tao sekarang tidak seperti dulu yakni wajib memakai seragam penjara biru sana alas kaki penjara sama diwajibkan rambut pendek jadinya penampilan napi wanita di Tiongkok dan Hu Tao harus terbiasa lingkungan gak ada laki-laki karena lingkungan penjara dikelilingi para perempuan dari napi hingga petugas selama 13 tahun di Penjara. Sekarang Hu Tao ditempati di sel 8 blok C bersama 11 napi wanita dengan peralatan khusus napi, 6 kasur tingkat, dan pintu jeruji besi selama masa pidana.

Pada bulan kedua menjalani pidana, di hari senin Hu Tao ngeluh menjahit dengan mesin di pabrik para napi bekerja gara-gara ngeluh petugas mulai tegur ke Hu Tao sembari berkata “jangan malas sebagai napi itulah resiko kamu di penjara” pada akhirnya Hu Tao terpaksa menjahit sampai jam kerja selesai. Pada makan siang, Hu Tao malah senang di penjara ialah jam makan karena makanannya gratis dan enak ternyata tidak seseram diceritakan orang lain tentang makanan penjara karena sesuai gizi dan selama di penjara Hu Tao terbiasa berbaris rapi, berlutut, dan duduk di bangku kecil bersama napi lainnya. Pada malam hari, para napi 1 sel lagi ngobrol basa-basi tetapi Hu Tao malah melamun sendiri sampai Napi 1 (Ling Fang) bertanya ke Hu Tao “Kenapa kamu melamun Hu Tao?” kemudian Hu Tao berkata “Aku rasanya kangen Zhongli” pada akhirnya para Napi heran. Napi 2 Lin Mei bertanya “Zhongli, siapa itu?” akhirnya Hu Tao kasih tau “Zhongli adalah mentor saya seperti Bapak saya selama di Liyue sebelum aku mendekam di sel ini” sampai Hu Tao kangen Zhongli “kapan ya Zhongli jenguk saya di sini?” sampai para napi kasih semangat kepada Hu Tao.

Keesokan harinya, saat Hu Tao menjahit di pabrik tiba-tiba petugas panggil Hu Tao “Nomor 244860 ada terima kunjungan ketemu anda” pada akhirnya Hu Tao bergegas ke ruang kunjungan. Setiba di ruang kunjungan, pada akhirnya impian terwujud ketemu Zhongli dan Hu Tao duduk kursi, mengangkat telepon, dan menatap Zhongli di kaca pisah sampai Hu Tao berkata “AKU KANGEN KAMU ZHONGLI, PADA AKHIRNYA KAU KETEMU AKU DI PENJARA” kemudian Zhongli bilang “iya Hu Tao, tapi aku bersyukur lihat kamu bisa bertahan di dalam penjara dan hadapi tantangan ini Hu Tao, sekarang aku liat kamu mulai tegar menghadapi ini. aku tidak marah kamu dipenjara karena kamu harus belajar menghadapi semua masalah ini tanpa menghindar itu paling penting”. Pada akhirnya Hu Tao sadar dan mulai refleksi perkataan Zhongli tadi kemudian Hu Tao mengucapkan terimakasih kepada Zhongli pada akhirnya Hu Tao dibawa kembali ke Penjara oleh petugas karena sesi kunjungan berakhir. Pada malam hari, Hu Tao mulai ngobrol bersama dengan napi lain sesama sel dan mulai terbiasa dalam lingkungan di penjara, sampai Ling Fang kasih tau mengenai tanggung jawab dan jangan menghindar sebagai napi ke Hu Tao “sekarang kamu sebagai napi Tao, harus tau resiko dan belajar mengenai kehidupan sebenarnya di Penjara jadi kamu jangan hindari persoalan ini hadapi selama jadi napi” akhirnya Hu Tao ngangguk dan mengerti yang dikasih tau Ling Fang “Iya, aku sekarang harus hadapi kenyataan di Penjara sampai masa pidanaku selesai”. Setelah ngobrol sesama napi, sekarang jam 9 malam para napi termasuk Hu Tao mulai tidur untuk mempersiapkan besok sebagai aktivitas sebagai narapidana di hari-hari berikutnya. Sekian dari cerita tentang Hu Tao ini sekian dan terimakasih