
Jika pada bab-bab sebelumnya kita berperan sebagai "arsitek" yang membangun gedung (DDL) dan "staf gudang" yang memasukkan serta merapikan barang (DML), maka di bab ini kita akan berperan sebagai "analis data". Inilah saatnya kita memetik hasil dari struktur rapi yang telah kita bangun, dengan cara memanggil kembali informasi yang kita butuhkan untuk menjadi sebuah laporan yang bermakna.
Data yang tersimpan ribuan baris di dalam tabel tidak akan memiliki nilai jika kita tidak bisa mengambilnya kembali dengan cepat dan akurat. DQL, dengan perintah utamanya SELECT, adalah cara kita berkomunikasi dengan basis data untuk bertanya: "Tampilkan daftar mahasiswa yang berasal dari Pasuruan," atau "Siapa saja dosen yang mengajar di ruang Lab Basis Data?"

Banyak pemula menganggap bahwa basis data membaca perintah SQL persis seperti urutan kita mengetiknya. Namun, kenyataannya mesin basis data memiliki urutan logis tersendiri dalam mengeksekusi perintah kita. Memahami anatomi ini akan membantu Anda menulis query yang jauh lebih efektif dan menghindari kesalahan logika.
Meskipun kita menuliskan kata SELECT di awal kalimat, secara internal basis data bekerja dengan urutan sebagai berikut:
Bayangkan Anda meminta pustakawan: "Dari rak Buku Komputer, carilah buku yang diterbitkan tahun 2023, lalu sebutkan judulnya saja."
FROM).WHERE).SELECT).Berdasarkan urutan logika di atas, berikut adalah penulisan sintaks dasarnya:
SELECT nama_kolom1, nama_kolom2
FROM nama_tabel
WHERE kondisi_tertentu;
Contoh Kasus Database Kampus: Jika kita ingin mengetahui nama dan alamat mahasiswa yang memiliki NIM '20230001':
SELECT nama_mhs, alamat
FROM mahasiswa
WHERE nim = '20230001';