
Bayangkan sebuah arsip fisik di kantor setiap hari ada berkas yang perlu dikoreksi alamatnya, status yang harus diperbarui, atau data lama yang sudah tidak relevan dan perlu dibuang. Namun, bedanya dengan sistem manual, di dunia basis data tidak ada tipe-x atau penghapus yang bisa mengembalikan kesalahan. Satu perintah UPDATE tanpa WHERE bisa mengubah ribuan baris dalam sepersekian detik. Satu perintah DELETE yang salah bisa menghilangkan data selamanya. Bab ini bukan sekadar mengajarkan cara mengubah dan menghapus data, tetapi juga membangun kesadaran akan risiko yang melekat pada setiap perintah DML. Kita akan mempelajari cara menggunakan perisai bernama WHERE, tameng bernama transaksi, dan aturan bernama constraint untuk menjaga agar data tetap aman, valid, dan konsisten.
Perintah UPDATE digunakan untuk memodifikasi nilai satu atau lebih kolom pada baris yang sudah ada dalam tabel.

UPDATE nama_tabel
SET kolom1 = nilai_baru, kolom2 = nilai_baru**,** kolom3 = nilai_baru
WHERE kondisi;
Contoh: Memperbarui alamat mahasiswa

UPDATE mahasiswa
SET alamat = 'Jl. Merdeka No 45, Jakarta'
WHERE nim = '23010001';
Perintah di atas hanya mengubah kolom alamat untuk mahasiswa dengan NIM '23010001'. Baris lain tidak terpengaruh.


UPDATE mahasiswa
SET
email = 'jeffry.atur@email.com',
ipk_terakhir = 3.85,
alamat = 'Jl. Melati No 2A, Bandung'
WHERE nim = '23010002';


UPDATE mahasiswa
SET status_mhs = 'Nonaktif';
Perintah di atas akan mengubah semua mahasiswa menjadi status 'Nonaktif'. Ini adalah kesalahan umum yang dapat merusak seluruh data. Selalu pastikan klausa WHERE Anda benar sebelum mengeksekusi UPDATE.