
Setelah kita menetapkan struktur tabel dan batasan-batasannya (constraints) pada Bab 5, kini kita memasuki fase operasional. Di sinilah peran sesungguhnya dari sebuah basis data terlihat, yaitu menyimpan informasi nyata. Sebagai "Penulis Buku Teks" dan pemandu Anda, saya ingin menekankan bahwa ketelitian dalam memasukkan data adalah kunci utama integritas informasi. Sebuah pepatah populer di dunia IT mengatakan: "Garbage In, Garbage Out".
Pada bab ini, kita akan berfokus pada perintah INSERT. Kita akan belajar bagaimana memindahkan data dari dunia nyata ke dalam tabel-tabel yang telah kita siapkan secara logis dan terstruktur.
Perintah INSERT adalah gerbang pertama bagi data untuk masuk ke dalam sistem. Secara konsep, perintah ini memerintahkan basis data untuk membuat baris (record) baru dan mengisi setiap "sel" atau kolom pada baris tersebut dengan nilai yang kita berikan.
Sintaks paling standar dalam melakukan penyisipan data adalah dengan menyebutkan nama tabel, diikuti oleh daftar kolom yang ingin diisi, dan kemudian diakhiri dengan nilai-nilainya.
INSERT INTO nama_tabel (kolom1, kolom2, kolom3, ...)
VALUES (nilai1, nilai2, nilai3, ...);
Dalam Database Kampus, mari kita terapkan ini untuk memasukkan data mahasiswa baru ke tabel mahasiswa.
Contoh Implementasi:
INSERT INTO mahasiswa (nim, nama_mhs, alamat, jenis_kelamin, tanggal_lahir)
VALUES ('20230001', 'Budi Santoso', 'Jl. Merdeka No. 10, Pasuruan', 'Pria', '2005-05-20');
Secara teknis, ada dua cara utama untuk menyisipkan data menggunakan perintah INSERT. Perbedaan keduanya terletak pada bagaimana kita mendefinisikan kolom yang akan diisi.
Jika Anda memiliki data yang sangat lengkap dan sesuai urutan persis dengan struktur tabel yang dibuat di Bab 5, Anda diperbolehkan untuk langsung memasukkan nilai tanpa menuliskan nama-nama kolomnya.
Contoh SQL:
INSERT INTO mahasiswa
VALUES ('20230002', 'Siti Aminah', 'Pasuruan', 'Wanita', '2005-08-12', 0.00);
Meskipun terlihat lebih ringkas, teknik ini memiliki risiko tinggi. Jika di masa depan Anda mengubah struktur tabel (misalnya menambah kolom baru menggunakan ALTER), perintah ini akan error karena jumlah nilai yang Anda masukkan tidak lagi sesuai dengan jumlah kolom yang ada.
Teknik ini jauh lebih aman dan fleksibel. Kita hanya menyebutkan kolom-kolom yang datanya sudah tersedia. Kolom yang tidak disebutkan akan ditangani secara otomatis oleh basis data.