Saya memulai tulisan dan eBook saya bukan dengan karya fiksi atau imajinasi, melainkan dari kisah nyata yang telah saya alami sendiri. Seluruh tulisan ini lahir dari proses berdamai dengan luka—tentang kehilangan, kekecewaan, direndahkan, diremehkan, hingga dianggap tidak memiliki masa depan.

Puncaknya adalah ketika saya kehilangan seseorang. Dia memang "hanya" seorang kekasih, tapi kehilangan itu meninggalkan trauma dan luka yang begitu dalam. Dari luka tersebut, saya belajar banyak hal: tentang kesederhanaan, cinta, sudut pandang, dan kehidupan secara lebih utuh.

Menurut saya, sangat disayangkan jika luka yang ternyata bisa menjadi sesuatu yang indah itu harus dilupakan begitu saja. Karena lewat luka, saya bisa melihat dunia lebih luas, mencintai diri saya dengan lebih baik, dan menemukan ketenangan yang selama ini terasa asing, namun ternyata adalah bagian dari diri saya sendiri.

Itulah alasan mengapa saya mulai menulis—dan mengabadikan semua perjalanan itu disini. Saya memecahnya menjadi cerita, bahkan kadang terasa seperti dongeng. Semoga tidak merusak mata dan pikiran siapa pun yang membacanya, meski saya sadar bahwa tulisan saya jauh dari kata sempurna.

Selama 27 tahun hidup, saya menghabiskan waktu hanya untuk bekerja, bermain, bergaul, serta mencari relasi—baik dalam bisnis maupun hubungan dengan kawan atau lawan jenis. Tidak pernah sekalipun saya menulis sepatah kata di buku atau jurnal pribadi. Bahkan membaca buku pun rasanya mustahil saya lakukan. Namun, di titik ini saya sadar: ternyata menulis itu menyenangkan. Menceritakan sesuatu—meski tak semua orang nyaman membacanya—membuat saya merasa hidup.

Saya percaya, suatu saat nanti, tulisan-tulisan saya akan ditemukan oleh seseorang yang bersedia tinggal lebih lama, menelusuri setiap bab, hingga sampai pada epilognya.

Terima kasih telah berkunjung. Temukan saya dan tulisan-tulisan saya di media sosial pribadi saya.