By: Khael Vanka

Pada Awal mulanya, hiduplah pasangan suami Istri bernama Reed William dan istrinya Jessica.Kehidupan rumah tangga mereka bisa dikatakan tentram.Namun masalahnya ada pada perekonomian.Reed berkali kali susah payah nyari kerja.Setiap dapat pekerjaan, Reed tidak bisa konsisten dengan pekerjaan yang dijalaninya dan hanya bisa bertahan setidaknya 3-4 bulan lamanya.Meskipun begitu, Jessica sang istri tetap mensupport Reed sebagai suaminya agar tidak menyerah dalam kehidupan.Berada di titik terendah dalam hidupnya, Jessica menyarankan suaminya yang memiliki bakat menggambar untuk menjadi pembuat komik sebagai pekerjaan sambilannya.

Jessica sendiri suka membaca komik atau novel jadi dia yang akan memberikan ide ide alur cerita dan penokohan karakter tersebut.Mereka berdua pun mendapatkan ide dari cerita yang akan dibuat.Premisnya mengisahkan tentang seorang pemuda jenius yang berjuang didunia perkuliahan untuk merantau dan menimba Ilmu sebagai mahasiswa.

Jessica membuat dan menulis penokohan dari karakter utamanya, Berbadan tidak terlalu tinggi, berkulit sawo matang, model potongan rambut Caesar cut**.**Memiliki karakteristik seorang protagonist yang pintar dan berwatak ideallis, suka menolong teman dan bisa akrab pada siapa saja.Jessica menamai karakter tersebut bernama Alphan Dopho, atau dipanggil Aldo. Reed melihat design karakter yang dibuat jessica seakan teringat akan mendiang sahabatnya sekaligus mantan pacar dari Jessica bernama Zigan Sintauri.Reed sadar bahwa Jessica belum move on dari mantan pacarnya itu, tapi ia tidak cemburu karena tau bahwa Robert sudah meninggal dunia sejak lama dan dia sudah menggantikan posisi Zigan di sisi Jessica sebagai suami.

Mereka pun menulis sebuah cerita yang diberi judul “Into The Paper”.Menceritakan tentang seorang pemuda bernama Alphan Dopho(Aldo) yang baru saja menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa jurusan DKV di Semarang.Aldo adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang sederhana.Ia berasal dari Tangerang dan hendak merantau ke semarang.Cerita ini berjudul Into The Paper karena terinspirasi dari kehidupan Reed dan Jessica selama masa Kuliah dulu.Jessica selalu menulis di buku hariannya dari awal semester satu perkuliahan hingga ia lulus.Menulis cerita tersebut membuat ia seolah olah masuk ke dalam Kertas yang ia tulis.Makanya diberikan judul “Into The Paper”.Dengan membuat cerita itu, Jessica seakan akan mengingat kembali kenangan ia semasa Kuliah, apalagi bersama dengan Zigan, mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.Jessica menulis karakter Alphan Dopho yang terinspirasi dari mendiang mantan kekasihnya itu.Dan dengan bantuan tangan Reed.Ia berhasil membuat cerita itu menjadi cerita bergambar dan dipublish diaplikasi Webtoon.

Pada awalnya cerita “Into The Paper” ini hanya mengisahkan perjuangan Aldo yang ingin menimba ilmu dan mencari teman yang banyak di dunia perkuliahannya.Chapter 01 hingga chapter 10 menceritakan saat Aldo mengikuti ospek, chapter selanjutnya menceritakan kehidupan normal Aldo berada di semester 1.Hingga kini, Into The paper sudah mencapai chapter 30.Dengan artsyle yang sangat bagus Komik Into The Paper banyak diminati diawal oleh para pembaca webtoon, namun mereka merasa jenuh dengan alur cerita yang terlalu ringan dan mudah ditebak.Aldo diceritakan selalu berbahagia dan memiliki kehidupan perkuliahan yang lancar.Hal ini dianggap tidak relate oleh para pembaca terutama oleh pembaca yang berkuliah jurusan DKV juga.Webtoon into the paper lalu diberi berbagai ulasan negatif.Dianggap sebagai mimpi basah seorang Author yang melihat dunia perkuliahan itu sangat menyenangkan.

Di tempat kerja Reed yang sekarang, Reed ditemui atasannya yang sekarang baru mengetahui bahwa Reed adalah pembuat komik Webtoon Into The Paper. Atasan Reed memuji gaya menggambar Reed yang bagus namun sangat buruk dalam penulisan cerita.Sang Atasan lalu menawarkan kepada Reed untuk menemui temannya yang sudah sepuh dalam dunia sastra dan fiksi.Mungkin temannya itu bisa membantu mengasih saran dan tips agar bisa membaguskan cara Reed dalam menulis cerita.Reed awalnya enggan untuk menerima bantuan tersebut dikarenakan cerita ini sudah ditulis dengan bantuan ide dari istrinya Reed. Dan juga dia membuat komik untuk hanya sebagai sambilan saja.Namun karena Reed merasa jenuh, akhirnya ia menuju ke tempat konsultasi saranan atasannya.

Di suatu tempat yang jauh, Reed akhirnya menemui teman dari atasannya yang bernama Alfred Wicky.Alfred sudah membaca keseluruhan cerita dari Into The Paper sebelumnya. Ia lalu memberi saran kepada Reed mengenai cara agar cerita tersebut bisa menarik minat pembaca.Alfred menceritakan tentang pengalaman dia didalam dunia hiburan selama 30 tahun lamanya.Pada tahun 2010, dimana manusia masih bermain Youtube dan dunia hiburan ataupun digital belum serame sekarang hingga masa dimana Artificial Intelligence mulai mendominasi dimasa sekarang.

“Pada tahun ini tahun 2040 sekarang ini, teknologi sudah berkembang hingga masa dimana AI bisa memanipulasi objek dan realitas.Pada tahun 2020an dulu, AI baru bisa melakukan hal semacam ini dalam lingkup digital seperti, mengedit foto atau video.dan itupun juga mengambil karya orang lain(Tracing).Namun sekarang, AI seperti seakan akan memiliki pemegang penuh akan kesadaran dan kreativitasnya sendiri. AI bisa membuat rumah, patung dan karya-karya hasil imajinasinya sendiri didunia nyata.Dalam waktu dekat, mungkin beberapa tahun kemudian dirumorkan bahwa AI kemungkinan bisa saja hidup didunia nyata seperti manusia normal sekarang ini.Tidak dalam bentuk robot namun dalam bentuk organik. AI benar benar bisa hidup berdampingan dengan manusia secara perlahan demi perlahan”

Alfred memberikan penjelasan panjang seperti ini kepada Reed agar Reed tidak menyianyiakan bakat menggambarnya yang sangat bagus itu.Karena suatu saat nanti AI akan menggantikan dirinya yang tidak bisa mengembangkan bakatnya dengan baik.Sekarang Alfred banyak memiliki waktu luang.Ia dengan baik hati mau membantu Reed dalam membentuk ulang naskah dari cerita yang Reed buat.Alfred diawal memberi masukan kepada Reed agar Reed memasukkan hal hal yang Realistis ke cerita yang dibuatnya.