Belajar tajwid memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Allah ﷻ menurunkan Al-Qur’an dengan tajwid kepada Jibril. Jibril menyampaikannya dengan tajwid kepada Nabi ﷺ, lalu Nabi ﷺ membacakannya kepada para sahabat dengan tajwid pula.
Mewujudkan penghambaan kepada Allah ﷻ dengan menaati perintah-Nya:
“Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar).” (Al-Muzzammil: 4)
Mendapat cinta Allah ﷻ.
Belajar, memperindah bacaan, dan memahami hukum-hukum tajwid adalah bentuk ihsan dalam membaca Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.” (Al-Baqarah: 195)