Mempelajari Al-Qur’an dan membacanya adalah salah satu ibadah agung dan bentuk dzikir yang besar. Berikut beberapa poin yang dapat membantu seseorang dalam mempelajari hukum-hukum tajwid Al-Qur’an:
Ikhlas niat karena Allah ﷻ
Ikhlas adalah pondasi pertama, sebab amal tidak diterima kecuali dengan niat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
Karena itu, seorang Muslim harus berhati-hati agar tidak belajar tajwid atau Al-Qur’an demi ketenaran, kedudukan, menjadi imam, agar disebut qari’, mencari harta, atau tujuan duniawi lainnya.
Menghindari pikiran negatif tentang kegagalan
Allah ﷻ berfirman: “Dan sungguh, Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan
Seorang Muslim hendaknya berusaha merasakan manisnya hidup dengan Al-Qur’an dalam keseharian.
Membuat rencana belajar yang terukur
Membagi target dalam jangka waktu tertentu dengan urutan yang jelas akan menambah semangat belajar. Setiap keberhasilan kecil akan mendorong keberhasilan berikutnya.
Fleksibilitas dalam belajar
Bersikap lentur agar tidak mudah futur (lemah semangat) atau malas ketika menghadapi kendala.
Bertaubat dan memperbanyak istighfar
Mengakui kekurangan, memohon ampun, dan memperbanyak doa ketika merasa lemah dalam belajar.
Mengosongkan pikiran dari kesibukan duniawi
Agar fokus, bisa menyiapkan kertas dan pena untuk mencatat hal penting selama belajar.
Bersahabat dengan orang shalih
Lingkungan yang baik sangat membantu semangat belajar. Sebagaimana Musa عليه السلام berdoa agar Allah ﷻ menguatkannya dengan saudaranya Harun.
Tadabbur Al-Qur’an
Merenungi dan menghayati makna Al-Qur’an akan menumbuhkan ketenangan dan ketenteraman dalam hati.
Mengingat pentingnya hasil akhir (kesempurnaan)
Bukan pada seberapa cepat selesai, tetapi bagaimana kualitas bacaan yang benar.
Menghadiri pusat-pusat pembelajaran Al-Qur’an atau halaqah di masjid
Karena tajwid pada dasarnya dipelajari dengan talaqqi (bertemu langsung) dan musyafahah (tatap muka), agar kesalahan bisa langsung dibetulkan.
Mendengarkan bacaan para qari’ yang mahir
Terutama dari rekaman yang jelas dengan penerapan hukum tajwid yang benar.
Menggunakan mushaf mu’allim (mushaf pengajar)
Aplikasi Al-Qur’an digital yang dilengkapi dengan suara para qari’ untuk memudahkan belajar bacaan dengan pengulangan.
Mengikuti majelis tilawah online
Baik melalui grup atau platform media sosial.
Belajar langsung melalui komunikasi dengan ahli tajwid
Baik secara tatap muka atau dengan memanfaatkan sarana teknologi komunikasi.